Pages

Selasa, 13 Oktober 2015

METODE ILMIAH - Mengidentifikasi Ada atau Tidaknya Kandungan Plastik dalam Pisang Molen pada Beberapa Sampel Penjual

METODE ILMIAH
Mengidentifikasi Ada atau Tidaknya Kandungan Plastik dalam Pisang Molen pada Beberapa Sampel Penjual
 






Disusun Oleh :
2015 C
NAMA KELOMPOK :
-DESY RAHMAYANTI K. (15030174012)
-YOU ILMA O.                 (15030174014)
-JUSMIRANTI                 (15030174101)

PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2015

METODE ILMIAH
Namakelompok:
1.       Desy Rahmayanti Khumairo        (15030174012)
2.       You Ilma Oktaviana                         (15030174014)
3.       Jusmiranti                                           (15030174101)

A. Judul                                    : Mengidentifikasi ada atau tidaknya kandungan Plastik dalam Pisang molen pada beberapa sampel penjual
B. Rumusan masalah                : Adakah kandungan plastik dalam pisang molen pada penjual daerah ketintang, kupang dan ngaglik?
C. Tujuan                                  : Mengetahui ada atau  tidaknya zat plastik pada pisang molen di berbagai penjual pisang molen.
D. Hipotesis                              : Pisang molen yang mengandung zat plastic apabila dibakar maka warnanya mengkilat.
E. Landasan Teori :
Pisang (Musa paradisiaca L ) adalah salah satu buah yang digemari oleh sebagian besar penduduk dunia. Rasanya enak, kandungan gizinya tinggi, mudah didapat, dan harganya relatif murah ( Suyanti dan Ahmad, 200).
Pisang dapat dikonsumsi dengan cara direbus, digoreng, ataupun dikonsumsi dalam bentuk lain. Bahkan, pisang juga dapat dijadikan untuk bahan dasar dalam pembuatan pisang molen. Pisang molen merupakan hasil olahan dengan bahan dasar pisang dan terigu sekaligus bumbu – bumbu lain. Pisang molen sering dijadikan makanan camilan pada saat pagi hari bersama segelas teh, ataupun segelas kopi.
Plastik merupakan senyawa polimer atau makromolekul sintetik yang dibangun dari monomernya. Polimer atau terkadang disebut makromolekul ialah molekul besar yang dibangun dari perangkaian berulang sejumlah besar satuan yang lebih kecil disebut monomer.  Polimer dibedakan menjadi alami dan sintetik.  Polimer alami  meliputi karbohidrat, protein, asam nukleat. Polimer sintetik meliputi polietena, teflon, nilon dan lainnya (Hart, Leslie dan David, 2003).
Penggunaan plastik pada saat ini sudah sangat meluas dengan berbagai fungsi. Salah satu fungsi dari plastik yaitu sebagai pengemas. Plastik yang sering digunakan pengemasan adalah plastik yang berbahan dasar polietilen jenis LDPE (  Law Density Polyethylene ) (Cowie, dan Valeria, 2008)
Saat ini plastik sangat banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, karena murah, praktis, ringan dan mudah didapatkan.  Namun tidak semua masyarakat menggunakannya untuk penggunaan yang tepat, salah satunya sebagai bahan yang dapat membuat pisang molen menjadi gurih dan renyah.
 Bahan pengemas plastik berbahaya karena penyusun dan zat aditifnya yang tidak sesuai untuk dikonsumsi oleh tubuh manusia . Penumpukan bahan-bahan kimia berbahaya dari plastik di dalam tubuh dapat memicu munculnya kanker. Sebuah penelitian di Jepang mengindikasikan,polysterene dapat menjadi penyebab kanker dan berpengaruh pada sistem saraf pusat. (D’Buletin, 2008)

F. Alat dan bahan                   :  Pisang molen, Korek api, Wadah, Penjepit
G. Variabel yang digunakan
-Variabel Bebas     :  Sampel pisang molen yang diambil dari penjual berbeda
-Variabel Terikat : Besar kecilnya nyala api pada saat pisang molen dibakar yang menentukan ada atau tidaknya kandungan plastik.
- Variabel Kontrol : Bentuk pisang molen, Wadah untuk uji pembakaran, Jumlah pisang molen yang dibakar, Penjepit
H. Definisi Operasional :
-Pisang molen yang digunakan sebagai sampel diambil dari pedagang di kawasan ketintang, kupang, dan ngaglik.
-Wadah yang digunakan untuk uji pembakaran terbuat dari aluminium dengan merk dan bentuk yang sama.
- Kadar plastik diukur dengan metode besar kecilnya nyala api ketika pisang molen dibakar
- Penjepit yang digunakan dalam pengujian terbuat dari kayu

I. Asumsi :
-Berat pisang molen , jenis tepung, dan jenis pisang yang digunakan dalam proses pembuatan  pisang molen diasumsikan sama.

J. Langkah- langkah penelitian :         :
1.      Menyiapkan alat dan bahan dengan baik
2.      Menyiapkan wadah 1,2,3 untuk tempat membakar pisang molen
3.      Memasukkan 3 buah pisang molen, yaitu A,B, dan C satu per satu pada masing-masing wadah.
4.      Membakar pisang molen pada wadah 1, 2, dan 3 lalu mengamati bagaimana perubahan pisang molen setelah dibakar.
5.      Menulis perubahan yang terjadi pada pisang molen pada tabel hasil pengamatan.




K. Data dan analisis
Data Tabel Hasil Pengamatan             :
No.
Pisang molen
Perubahan yang terjadi pada pisang molen
Kandungan zat plastic
Ada atau tidak
1.
A
Tidak Terbakar
Tidak Ada
2.
B
Terbakar
Ada
3.
C
Terbakar
Ada

Analisis hasil dan pembahasan :
Minyak merupakan bahan penting dalam pembuatan pisang molen karena minyak dapat berfungsi sebagai penambah rasa gurih.Ketika minyak goreng dipanaskan bersama kantong plastik pengemasnya maka plastik akan ikut meleleh dan zat zat plastik dapat larut dalam minyak. Setelah plastik meleleh, plastik juga akan memberikan kesan tampilan yang menarik pada pisang molen yang telah digoreng. Sehingga banyak pedagang curang yang memanfaatkan plastik saat proses penggorengan meskipun plastik sudah jelas dapat memicu terjadinya kanker. Dari percobaan dapat diperoleh data sebagian penjual ada yang menggunakan plastik dan ada yang tidak menggunakan
L. Kesimpulan :
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa minyak tidak mengandung plastik memiliki warna lebih jernih dari pada minyak mengandung plastik. Sehingga hasil pisang molen yang digoreng menggunakan minyak yang mengandung plastik warnanya lebih mengkilat bila dibandingkan dengan pisang molen yang digoreng dengan minyak biasa. Pisang molen yang mengandung plastik dan pisang molen yang  tidak mengandung plastik dapat dibedakan dengan uji pembakaran.   Ciri-ciri  makanan mengandung plastik yaitu lebih renyah, rapuh , masa simpan lebih tahan lama dan rasanya pun lebih baik daripada pisang molen yang tidak mengandung plastik. Sebagian penjual pada daerah sampel ada yang menggunakan plastik dan ada yang tidak menggunakan
M. Saran

            Sebaiknya, kita perlu berhati- hati dalam memilih makanan yang dijual dipinggir jalan, khususnya pisang molen. Hendaknya kita menjadi konsumen yang cerdas, tidak memilih makanan berdasarkan kerenyahan ataupun warnanya saja, tetapi kita juga harus waspada terhadap penjual pisang molen yang mencampur barang dagangannya dengan plastik.

bunga dan kupu kupu

bunga dan kupu kupu

Bermula dari lembaran baru dalam kertas putih yang tak bernoda, aku mulai membuat sebuah coretan dengan semburan tinta berwarna, yang menggambarkan indahnya karunia tuhan yang tidak terkira..
Coretan ini.. adalah sebuah coretan mengenai perjalanan bunga dan kupu2 dalam melintasi lorong lorong waktu yang semakin lama semakin melebar.
Perjalanan panjang ini bermula dari kupu-kupu yang berkeliling taman, melihat-lihat bunga yang ada disana, merah, kuning, hijau, biru, ungu. namun kupu kupu akhirnya terfokus pada salah satu bunga merah dalam suatu taman yang indah.. diam, periang, dan selalu tersenyum.. lambat laun, kupu-kupu pun sering melantunkan syair syair yang begitu indah, sederhana, tapi dalam maknanya.. sehingga bunga pun mulai dibuatnya kagum..
Namun, pada suatu titik jenuh dimana titik tersebut merupakan batas maksimum dari suatu permasalahan, kupu kupu kini mulai menjauh.. perlahan, namun pasti.. membuat bunga merasa kesepian, hampa, dan tak tahu arah..
Dan tibalah saat saat dimana dua sosok peri (peri kurus dan peri setengah kurus) yang membawa arti kehidupan.. mengajarkan bunga arti dari kebahagiaan, arti dari persahabatan, arti dari perjuangan hidup, menghibur disaat lara, menemani disaat gundah, dan memberi nasehat buat apa sedih kalo temen2 kita yang disana itu merasa bahagia, gak ADIL itu namanya.. All is well, kuatkan hatimu, kuatkan jiwamu, buat mimpimu jadi nyata..

Terinspirasi dari trio sukses yang konyol dan selalu buat ketawa,, astaghfirullah.. grin emotikon

Kisah yang tak tersampaikan

Kisah yang tak tersampaikan


Langit biru berkilau, dibawah teriknya matahari. Hembusan angin yang menyibakkan jilbab merahku membuat aku sejenak berhenti. Untuk pertama kalinya aku berkenalan dengan sesosok peri, peri yang nampak baik dari kejauhan. Peri yang bersinar menyilaukan mata. Awalnya, kukira aku tidak akan bisa bertemu dan bercanda bersama dengan peri itu. Namun ternyata waktu berpihak lain. Hari demi hari, waktu demi waktu, detik demi detik, aku semakin dekat dengan sesosok  peri itu.
Kenangan yang tak terlupakan, berfoto bersama namun aku tak pernah memiliki hasil fotonya. Selalu bersama dan mulai mendapatkan simpatinya. Itulah saat saat dimana aku mulai mengharapkan peri ku selalu hadir di dalam kehidupanku, bisa mengisi setiap tetes tetes kehidupanku.
Bukan seorang pujangga, namun pandai dalam bertutur kata. Bukan seorang penasehat, namun pandai memberi amanat. Seperti malaikat, namun dapat kulihat dari dekat.
Ingin rasanya, aku berteriak. Ingin rasanya aku membuang semua kesedihan ini.  Mengapa jadi seperti ini... Perlahan, waktu yang mulai menunjukkan bahwa peri ku kini telah berubah. Periku kini telah mengenal sesosok bidadari lain di dalam lubuk hatinya. Aku hanya tercengang  dengan air mata yang mulai menggenang.  Semangat yang selalu dia berikan, kini luntur hanyalah tinggal sebuah kenangan. Nasehat dan senyuman yang lembut namun manis untuk dikenang itu.. kini hanyalah sebuah hayalan.
Peri ku yang menghiburku disaat aku rapuh, peri ku yang mau menemaniku disaat aku hampir runtuh, periku yang selalu menyambut dengan senyuman lucu, peri ku yang selalu mendengarkan nasehat nasehat bodohku, peri ku yang selalu menerima dengan senyuman cacian cacian ku. Kini hilanglah sudah, tenggelam di dalam samudra laut yang biru
Kini aku merasa sendiri, basa basiku yang dulu selalu kau nantikan. Kini hanyalah sebuah hal bodoh yang patut kau tertawakan. Mungkin lucu, namun sedikitpun aku tidak pernah ragu bahwa aku dulu menginginkanmu.
Dari awal, aku sudah meduganya. Dari awal pun dari lubuk hatiku yang paling dalam sudah melarang menahan rasa ini untuk jatuh terlalu dalam. Karena dunia kita berbeda,  dunia periku penuh dengan orang orang hebat yang spektakuler, sedangkan dunia kecilku hanyalah dunia yang sempit. Sederhana namun terkesan istimewa. Aku pun juga menyadari, bahwa peri ku tak pantas disampingku, aku hanyalah orang biasa yang tak pernah menjadi luar biasa.
Peri ku kini telah menghilang, jauh di dalam lubuk hatiku yang paling dalam. Entah apa yang akan terjadi setelah hari hari ini terlewati. Aku hanya bisa tersenyum kecil, dengan menatap langit kamar yang mungil.
 Aku mulai menjauhi peri ku, walaupun dimulai dari selangkah. Namun akhirnya pasti akan jauh juga. Aku pun bingung tak tau harus bagaimana. Di sisi lain, aku masih menginginkan sesosok peri ramah yang selalu menyapaku dengan panggilan hangat. Disisi lain aku pun tak bisa menahan kepedihan yang amat sangat.
Mungkin, dengan langkahku yang semakin jauh, membuat peri ku lebih baik. Mungkin tanpa aku, peri ku menjadi sosok yang luar biasa. Memang, manusia dilahirkan tidak ada yang sempurna. Namun aku yakin peri ku mampu mengubah ketidak sempurnaan itu menjadi sebuah kesempurnaan yang mendalam.
Aku masih teringat, ketika peri ku memperhatikanku, mengingatkan makan, dan memberiku nasehat dari pengalaman pengalaman yang pernah dilaluinya. Aku merasa sangat bahagia saat itu, bahkan aku tidak memperhatikan ocehan teman temanku yang duduk tidak jauh dari tempatku berada. Peri ku memang berbeda.... Cerewet  namun  tak egois. Berjiwa pemimpin, bijaksana, dan taat agama.
Namun, semua itu sirna sudah.. Peri ku sudah memiliki sesosok bidadari lain yang selalu dekat dengannya, yang bisa mengisi waktu luangnya, selalu bersamanya, lebih hebat dan apa adanya, merupakan muslimah yang solihah... Apalah dayaku yang tak bisa se perfect itu.. apalah dayaku yang kini hanya bisa melihatmu dari kejauhan.. Apalah dayaku yang kini tidak bisa seakrab dulu lagi denganmu.

Peri ku... selamat tinggal peri ku.. mungkin suatu saat nanti kita akan bertemu lagi di dunia yang berbeda.. Mungkin kita bisa lebih akrab di dunia yang lebih indah dan bermakna. Terima kasih peri ku... atas segala pelajaran pelajaran hidupmu yang kamu berikan khusus untukku.. Terima kasih juga atas segala kata kata puitismu yang pernah kau coretkan dalam bukumu yang tanpa sengaja aku lihat. Terima kasih juga atas segala kebaikanmu dan kedermawananmu yang sempat membuat aku salah paham. Maafkan aku yang tak pernah mengerti sinyal yang kau berikan, maafkan aku yang menginginkanmu namun tak pantas untukmu. Bila kita memang berjodoh, pasti suatu saat nanti kita akan bertemu lagi di suatu tempat yang tida terduga.  Sama seperti ketika kita bertemu untuk yang pertama kalinya.

Rabu, 30 September 2015

LOGO HMJ MATEMATIKA UNESA, LOGO JURUSAN MATEMATIKA UNESA, LOGO UNESA

logo Unesa


Logo Unesa



LOGO HMJ MATEMATIKA UNESA



LOGO JURUSAN MATEMATIKA UNESA



Selasa, 29 September 2015

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA, Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

PENDIDIKAN PANCASILA
Pancasila Sebagai Sistem Filsafat

 





Disusun Oleh :


2015 C
DESY RAHMAYANTI K. 
(15030174012)


PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2015




IDENTITAS PENULIS
NAMA       : Desy Rahmayanti Khumairo
NIM           : 15030174012
KELAS      : 2015 C
JURUSAN : Matematika
PRODI       : Pendidikan Matematika
FAKULTAS : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
DOSEN PENGAMPU : Dr. Made Pramono, MA


























BAB I
PENDAHULUAN
                  Sebagai falsafah negara, tentu Pancasila ada yang merumuskannya. Pancasila memang merupakan pedoman bagi segenap bangsa Indonesia di masa-masa selanjutnya, baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan, juga sebagai alat pemersatu dalam kehidupan berbangsa, serta sebagai pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia sehari-hari. Pancasila lahir 1 Juni 1945, ditetapkan pada 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945. Bunyi dan ucapan Pancasila yang benar berdasarkan Inpres Nomor 12 tahun 1968 adalah Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
                  Sejarah Indonesia telah mencatat bahwa di antara tokoh perumus Pancasila itu ialah, Mr. Mohammad Yamin, Prof. Mr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Dapat dikemukakan mengapa Pancasila selalu dapat bertahan dari guncangan kisruh politik di negara ini, yaitu pertama ialah karena secara intrinsik dalam Pancasila itu mengandung toleransi, dan siapa yang menantang Pancasila berarti dia menentang toleransi. Misalnya saja toleransi beragama.
                  Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia agar menghormati, menghargai, menjaga dan menjalankan apa-apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya pahlawan proklamasi yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia ini. Sehingga baik golongan muda maupun tua tetap meyakini Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Pancasila Sebagai Sistem Filsafat
Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan yang saling berhubungan untuk satu tujuan tertentu,dan saling berkualifikasi yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya. Jadi Pancasila pada dasarnya satu bagian/unit-unit yang saling berkaitan satu sama lain,dan memiliki fungsi serta tugas masing-masing.

2.1.1 Definisi Pancasila:
Pancasila adalah lima sila yang merupakan satu kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur yang bersumber dari nilai-nilai budaya masyarakat Indonesia yang sangat majemuk dan beragam dalam artian BHINEKA TUNGGAL IKA. Esensi seluruh sila-silanya merupakan suatu kasatuan. Pancasila berasal dari kepribadian Bangsa Indonesia dan unsur-unsurnya telah dimiliki oleh Bangsa Indonesia sejak dahulu. Objek materi filsafat adalah mempelajari segala hakikat sesuatu baik materal konkrit (manusia,binatang,alam dll) dan abstak (nilai,ide,moral dan pandangan hidup). Pancasila mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut:
  1. Pancasila sebagai Dasar Negara.
  2. Pancasila sebagai Sumber Hukum Dasar Nasional. 
  3. Pancasila sebagai Pandangan hidup Bangsa Indonesia.
  4. Pancasila sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia.
  5. Pancasila sebagai Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia.
  6. Pancasila sebagai Ideologi Negara.
  7. Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa.

2.1.2 Definisi Sistem :
Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan, yang bagian dan unsurnya saling berkaitan (singkron), saling berhubungan (konektivitas), dan saling bekerjasama satu sama lain untuk satu tujuan tertentu dan merupakan keseluruhan yang utuh

2.1.3 Definisi Filsafat :
2.1.3.1 Definisi Filsafat Secara Etimologis
Kata filsafat berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yakni
philos, philia, philien yang artinya senang, teman dan cinta dan sophos, sophia dan
sophien yang artinya kebenaran (truth), keadilan (justice), dan bijaksana (wise) atau
kebijaksanaan (wisdom). Pengertian filsafat secara etimologis dapat disimpulkan
adalah Cinta kebenaran atau cinta kebijaksanaan/kearifan.
Selain itu kata filsafat berasal dari bahasa Arab, dari falsafah, dari bahasa
Inggris yaitu philosophy, bahasa Indonesia filsafat (kata sifat filsafati) atau filosofi
(kata sifat filosofis), falsafah yang semuanya mempunyai arti yang sama.

Pada umumnya terdapat dua pengertian filsafat yaitu filsafat dalam arti Produk dan filsafat dalam arti Proses. Selain itu, ada pengertian lain, yaitu filsafat sebagai  pandangan hidup. Disamping itu, dikenal pula filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis. Filsafat dapat di klasifikasikan sebagai berikut:.


  1. Filsafat sebagai produk yang mencakup dua pengertian. Filsafat sebagai jenis pengetahuan, ilmu, konsep, pemikiran-pemikiran dari para filsuf pada zaman dahulu yang lazimnya merupakan suatu aliran atau sistem filsafat tertentu, misalnya rasionalisme, materialisme, pragmatisme dan lain sebagainyaFilsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi oleh manusia sebagai hasil aktivitas berfilsafat. Jadi manusia mencari suatu kebenaran yang timbul dari persoalan pada akal manusia
  2. Filsafat Sebagai Suatu Proses : Yaitu bentuk suatu aktivitas berfilsafat, dalam proses pemecahan suatu permaslahan dengan menggunakan suatu cara dan metode tertentu yang sesuai dengan objeknya.

2.1..3.2 Faktor timbulnya keinginan manusia untuk berfilsafat adalah :
  1. Keheranan, sebagian filsuf berpendapat bahwa adanya kata heran merupakan asal dari filsafat. Rasa heran itu akan mendorong untuk menyelidiki dan mempelajari.
  2. Kesangsian, merupakan sumber utama bagi pemikiran manusia yang akan menuntun pada kesadaran. Sikap ini sangat berguna untuk menemukan titik pangkal yang kemudian tidak disangsikan lagi.
  3. Kesadaran akan keterbatasan, manusia mulai berfilsafat jika ia menyadari bahwa dirinya sangat kecil dan lemah terutama bila dibandingkan dengan alam sekelilingnya. Kemudian muncul kesadaran akan keterbatasan bahwa diluar yang terbatas pasti ada sesuatu yang tdak terbatas.

2.1.2.3 Adapun cabang-cabang filsafat adalah sebagai berikut:
  1. Metafisika: memepelajari hal-hal yang ada di balik alam fisik/alam indrawi (riil), yang meliputi bidang-bidang : ontologi, kosmologi, antropologi, dan theologi.
  2. Epistimologi: yang mepelajari tentang hakekat pengetahuan.
  3. Logika mempejari tentang kaidah-kaidah berpikir, yakni tentang axioma, dalil dan rumusan berpikir (thinking) dan bernalar (reasoning)
  1. Etika: mempejari hal-hal yang berkaitan dengan moralitas, tingkah laku manusia.
  2. Estetika: mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan yang indah (estetik) dan yang mempunyai nilai seni (artistik).
  3. Methodologi: mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan suatu metode, diantaranya, metode deduksi, induksi, analisa, dan sintesa .




Intisari Pancasila Sebagai Sistem Filsafat:

1. Sebagai Sistem Filsafat, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai Ketuhanan (theologi), nilai manusia (antropologi), nilai kesatuan (metafisika, yang berhubungan dengan penger tian hakekat satu), kerakyatan (hakekat demokrasi) dan keadilan (hakekat keadilan).

2. Sebagai Susunan kesatuan Organis
Pancasila pada hakekatnya yang terdiri dari sila-sila merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan (komprehensif integralistik). Sebagaimana yang sudah dijelaskan, makna dasar Pancasila Sebagai Sistem Filsafat adalah dasar mutlak dalam berpikir dan berkarya sesuai dengan pedoman diatas, tentunya dengan saling mengaitkan antara sila yang satu dengan lainnya. Misal : Ketika kita mengkaji sila kelima yang intinya tentang kedilan. Maka harus dikaitkan dengan nilai sila-sila yang lain artinya :
Keadilan yang ber keTuhanan (sila 1)
Keadilan yang berPrikemanusian (sila 2)
Keadilan yang berKesatuan/Nasionalisme,Kekeluargaan (sila 3)
Keadilan yang Demokratis
Dan kesemua sila-sila tersebut saling mencakup,bukan hanya di nilai satu persatu. Semua unsur (5 sila) tersebut memiliki fungsi/makna dan tugas masing-masing memiliki tujuan tertentu.

3. Pancasila Bersifat Hierarkis Piramidal
Susunan Pancasila adalah hierarkis piramidal, pengertian matematis pyramidal
Pyramid Diagramuntuk menggambarkan hubungan hierarkhi sila-sila Pancasila dalam urutan luas (kuantitas) dan juga hal isi sifatnya (kualitas). Kalau dilihat susunan sila-sila menunjukkan suatu rangkaian tingkat (gradual) dalam luas dan isi sifatnya. Kesatuan sila-sila Pancasila memiliki susunan yang hierarki piramidal, maka Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis (landasan) dari sila kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Diantara sila-sila pancasila mempunyai hubungan saling mengikat, sehingga merupakan suatu keseluruhan yang bulat  tidak dapat dipisah/dipecah; merupakan satu kesatuan bulat dan utuh.
Secara ontologis sila-sila dalam Pancasila, yaitu: Tuhan, Manusia, Satu, Rakyat dan Adil. Menurut Drs. Lasiyo dan Drs. Yuwono dalam bukunya Pancasila (Pendekatan Secara Kefilsafatan).

4. Filsafat Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia:
Merupakan kenyataan objektif yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Pancasila memberi petunjuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan suku atau ras.
Yang dimaksud adalah bahwa semua aturan kehidupan hukum kegiatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara berpedoman pada pancasila. Karena pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum bangsa dan negara republik indonesia.
Orang yang berfikir kefilsafatan ialah orang yang tidak meremehkan terhadap orang yang lebih rendah derajatnya dan tidak menyepelekan masalah yang kecil, dan selalu berfikiran positif, kritis, dan berdifat arif bijaksana, universal dan selalu optimis.

Sedangkan Nilai-nilai Sistem Filsafat Pancasila adalah sebagai berikut :
  1. Nilai Pancasila timbul dari bangsa Indonesia itu sendiri. Nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila merupakan hasil dari pemikiran, panilaian, dan refleksi filosofis dari bangsa Indonesia sendiri. Deologi pancasila berbeda denagn ideology-ideologi lain karena isi pancasila diambil dari nilai budaya bangsa dan religi yang telah melekat erat, sehingga jiwa pancasila adalah jiwa bangsa Indonesia sendiri, sedangkan ideology lain seperti liberalis, sosialis, komunis, dan lain sebagainya merupakan hasil dari pemikiran filsafat orang.
  2. Nilai Pancasila merupakan filsafat bangsa Indonesia. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia menjadi pedoman bangsa untuk mengatur aspek kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus menjadi cermin jati diri bangsa yang diyakini sebagai sumber nilai atas kebenaran, keadilan, kebaikan, dan kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  3. Pancasila merupakan nilai-nilai yang sesuai dengan hati nurani bangsa Indonesia, karena bersumber dari kepribadian bangsa. Sehingga dalam perjalanannya akan selaras dengan nilai-nilai pancasila.
  4. Dalam kehidupan bernegara, nilai dasar Pancasila harus tampak dalam produk peraturan perundangan yang berlaku, dengan kata lain, peraturan perundangan harus dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, sehingga tidak boleh bertentangan denagn nilai-nilai Pancasila.




















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan, yaitu
Filsafat adalah ilmu yang mencari dan mempelajari tentang hakekat (metafisika).
Oleh karena itu filsafat juga disebut Ilmu tentang hakekat atau ilmu hakekat (metafisika).
Berdasarkan cabang-cabang filsafat yang telah dijelaskan, maka Pancasila dapat dikatakan sebagai Sistem Filsafat, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai Ketuhanan (theologi), nilai manusia (antropologi), nilai kesatuan (metafisika, yang berhubungan dengan pengertian hakekat satu), kerakyatan (hakekat demokrasi) dan keadilan (hakekat keadilan).


3.2 Saran
-Sebagai generasi penerus bangsa ini, hendaknya kita tetap mempelajari, menghayati dan melaksanakan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila. Karena pancasila adalah filsafat bangsa Indonesia yang menjadi pedoman rakyat Indonesia


DAFTAR PUSTAKA :
ejournal.unesa.ac.id/article/7953/90/article.pdf
Kaelan. 2007. Pendidikan Kewarganegaraaan untuk Perguruan Tinggi. Paradigma Yogyakarta.
http://indridjanarko.dosen.narotama.ac.id/files/2011/05/Modul-Pancasila-3-Pancasila-Sebagai-Sistem-Filsafat.pdf

Tim pendidikan pancasila unesa.2014.Pendidikan Pancasila. Surabaya. Unesa University Press
 
Domo-kun Confused