Ya Allah.. Hidup ini berat..
Bahkan lebih berat daripada tasku..
Hidup ini keras..
Bahkan lebih keras daripada batu..
Hidup ini kasar bak kayu..
Suatu saat kita bisa terluka karena serpihan kecil
Namun menggoreskan luka yang begitu mendalam..
Hidup ini singkat..
Waktu lah yang membuatnya menjadi cepat..
Kehidupan ini..
Memiliki bumbu bumbu yang penuh pelajaran..
Ada saat saat dimana hatiku hancur berkeping keping
Ada saat saat dimana hatiku menjadi buta, dan tak acuh
Dan ada pula saat saat dimana hatiku menjadi bahagia
Memang saat saat itulah yang membuat hati kita menjadi kokoh
Kehidupan tidak selalu berjalan mulus bung..
Namun aku bingung dengan derasnya alur kehidupan yang terus menggerusku..
Aku tidak tahu harus berbuat apa..
Karena keadaan terus menyalahkan aku..
Aku merasa berdosa..
Memang manusia tidak ada yang sempurna..
Karena sempurna adalah cara pandang untuk mensyukuri apa yang ada..
Dalam liku-liku kehidupan ini..
Aku terkapar di lorong waktu..
Aku berkali kali terjatuh dan bangkit lagi
Berulang kali aku berbuat kesalahan..
Namun dengan asyiknya aku mengulanginya kembali..
Sungguh..
Sering aku mendapat tamparan2 perkataan yang tidak menyenangkan..
Sering rasanya aku memperoleh perlakuan buruk..
Dibicarakan dibelakangku..
Namun aku hanya bisa tertunduk.
Aku menangis dalam diam..
Terkadang..
Aku ingin terbang..
ingin rasanya menapaki awan..
meninggalkan jejak tanpa luka
aku ingin berada diatas dunia
dimana aku bisa melihat apapun
meraih impian tanpa henti
dalam sanubari ini..
aku bertekad..
aku berdoa..
tawakal dan pasrah..
menjalani apa yang ada..
melewati apapun yang terjadi
aku ingin merasakan hembusan salju musim dingin
runtuhan dedaunan yang berwarna kuning
dan berjalan diantara impian impian yang telah terlaksana
Tampilkan postingan dengan label KYT (Kisah Yang Tak tersampaikan). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KYT (Kisah Yang Tak tersampaikan). Tampilkan semua postingan
Jumat, 04 Desember 2015
Kamis, 26 November 2015
KYT VII
Dalam hidup, memang terkadang ada pahit manisnya kehidupan
Memang hidup adalah pilihan
Dan setiap orang berhak memilih demi kebahagiaan dirinya masing2
Namun seringkali kita tidak sadar bahwa kebahagiaan itu akan menyakiti perasaan orang lain.
Memang benar, bersikap konsisten dengan apa yang dikatakan, apa yang ditulis, dan apa yang dilakukan sangatlah sulit
Dan aku kecewa terhadap suatu hal.. Kecewa karena terus saja mengulang kesalahan yang sama
Aku berada di lorong waktu yang menghubungkan mimpi dan kenyataan yang harus dihadapi
Disini aku bisa introspeksi diri dengan segala hal yang terjadi
Dan kupikir, mungkin semua akan baik2 saja bila aku tak menampakkan diri lagi
Aku tidak menyerah.. Karena menyerah hanya untuk orang2 lemah
Aku hanya menunggu saat yang tepat hingga waktu bisa menunjukkan segalanya, dan membalikkan semua yang ada
Semoga sehat, bahagia, dan disayang sang Kuasa
Memang hidup adalah pilihan
Dan setiap orang berhak memilih demi kebahagiaan dirinya masing2
Namun seringkali kita tidak sadar bahwa kebahagiaan itu akan menyakiti perasaan orang lain.
Memang benar, bersikap konsisten dengan apa yang dikatakan, apa yang ditulis, dan apa yang dilakukan sangatlah sulit
Dan aku kecewa terhadap suatu hal.. Kecewa karena terus saja mengulang kesalahan yang sama
Aku berada di lorong waktu yang menghubungkan mimpi dan kenyataan yang harus dihadapi
Disini aku bisa introspeksi diri dengan segala hal yang terjadi
Dan kupikir, mungkin semua akan baik2 saja bila aku tak menampakkan diri lagi
Aku tidak menyerah.. Karena menyerah hanya untuk orang2 lemah
Aku hanya menunggu saat yang tepat hingga waktu bisa menunjukkan segalanya, dan membalikkan semua yang ada
Semoga sehat, bahagia, dan disayang sang Kuasa
Senin, 26 Oktober 2015
Kisah yang tak tersampaikan VI
Kisah yang tak tersampaikan VI
Aku belajar diam, dari banyaknya bicara
Aku belajar sabar, dari banyaknya cobaan yang berkobar
Aku belajar arti memahami orang, setelah dikecewakan orang
Dan aku pun belajar melupakan setelah aku tau sakitnya perasaan
Aku disini ingin menetapkan suatu tujuan, fokus ke masa depan
Aku yang telah melenceng jauh dari harapan
Telah mengecewakan beberapa orang
Aku tak mau hidup dalam keterpurukan
Aku belajar.. Aku telah belajar..
Hidup bukanlah tentang siapa kita..
Tapi apa yang akan kita lakukan kedepannya
Hidup bukanlah soal memberi
Tapi apa yang telah kita pelajari
Dan dalam roda kehidupan ini
Kita tidak selalu hidup diatas roda
Kadang kita pun merasakan saat saat terjatuh
Saat saat tergelincir ke bawah roda yang terus berputar
Hingga untuk naik keatas roda lagi
Diperlukan usaha yang ekstra keras
Aku kecewa terhadap diriku sendiri
Aku egois. Aku terlalu berleha leha
Sedang kawanku disana berlomba lomba
Aku terpaku dalam diam
Terlalu mengurusi permasalahan sepele yang tidak penting
Baru kali ini aku membuka mata
Dan aku baru tersadar bahwa semua yang aku lakukan amatlah sia sia
Sungguh.. Aku menyesal.. Amat menyesal
Ditengah perjalanan hidup ini.
Masih sedikit ilmu yang aku pelajari
Masih dangkal ilmu agama yang aku dapati
Allahu rabbi.. Aku menangis dalam sanubari ini
Aku ingin berubah.. Aku ingin berusaha.. Aku ingin bertekad
Aku sadar bahwa semua yang aku lakukan selama ini
Masih terlalu sering berbicara omong kosong tanpa bukti
Aku sadar aku bukan siapa siapa
Aku orang biasa
Orang yang sederhana
Tapi dengan modal itu aku kelak insyaallah akan menjadi orang berguna
Ya Allah.. Aku ingin mencoba..
Memulai semuanya dari awal.
Dari nol besar
Mencoba menerapkan dengan teori kupu-kupu
Dan mengiringi segenap langkahku dengan doa dan ikhtiar
Bismillah..
Kamis, 22 Oktober 2015
Kisah yang tak tersampaikan V
Kisah yang tak tersampaikan V
jangan kau takut terlihat gendutyang terpenting kau takkan tertekan ,dimataku kau adalah impian selalu
harus kau tau ,cinta itu takkan memandang sesuatu
apapun itu, postur tubuh atau apapun dimataku. kau tetap jadi impian selalu
tak peduli seberapa besar pakaian kau kenakan
tak peduli seberapa banyak makanan kau habiskan (kutipan lagu)
tak peduli seberapa anehnya dirimu
tak peduli seberapa aktifnya dirimu
dimataku kamu adalah kamu dan tak perlu berubah menjadi orang lain
karena setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan
tetaplah jadi diri sendiri dan jangan ragu untuk maju menjadi nomor satu
aku tak pandai berbahasa inggris
dan kau pun tau itu, namun kenapa malah menyuruhku membaca itu
mungkin hanya beberapa kata yang aku pahami.
tapi aku harus berusaha tersenyum, karena aku pun tau kata kata itu ditulis bukan untukku
aku merasa hari ini mentari bersinar lebih terang dari biasanya
cahaya yang dipancarkan pun lebih emas dari biasanya
walaupun hari ini penuh masalah, namun semua itu perlahan lahan mulai sirna
disini aku masih merenung, ditemani buku buku praktikum
disinari oleh cahaya bulan yang terpancar lewat jendela kamarku
diiringi lagu lagu sendu yang membuat aku semakin terlena
phlegmatis memang seneng lagu yang melow banget. damai rasanya..
apalagi lagu kenangan yang sesuai perasaanku saat ini.. astaghfirullah..
dan membuatku lupa akan rasa kantukku dan terus berjuang melawan waktu
menghadapi tugas tugas yang belum aku selesaikan
sesaat sebelum ini.. aku terkagum oleh sesosok sahabatku
ohh.. betapa.. luarbiasanya dia
ketaatannya.. masya allah.. bila dibandingkan denganku mungkin aku tidak ada apa apanya
impian impian nya.. apa yang harus dilakukannya.. doa doanya.. ia tulis didalam kamarnya
dan ditempelkan di pintu lemarinya. subhanallah.. aku baru sadar
apa yang aku lakukan selama ini. mengejar harapan hidup yang sebenarnya hanya sementara.
apa yang aku lakukan untuk harapan akhiratku masih belum seberapa..
aku ingin berubah.. aku ingin berusaha menjadi lebih baik lagi.. bismillah.. semangat :-)
Rabu, 21 Oktober 2015
kisah yang tak tersampaikan IV
Kisah yang tak tersampaikan IV
aku benci saat aku harus memulai percakapan terlebih dahulu kepada seseorang, karena aku merasa keberadaanku tak dianggap
aku benci saat aku harus marah kepada seseorang ataupun membentaknya, berkata keras padanya karena hilang kesabaranku dalam menghadapinya.
aku benci saat aku harus tumbuh dewasa dan mulai mencari jati diriku yang sesungguhnya
aku benci saat-saat dimana aku membuat kesalahan dan aku harus belajar menghadapi kesalahan yang telah aku perbuat itu sendirian
aku benci saat saat dimana aku harus mengalami masa masa peralihan
masa peralihan dari remaja biasa ke arah dewasa
aku pun benci saat saat dimana aku pun mulai merasakan butir butir cinta yang membuatku menjadi gila
dan aku pun benci saat aku harus tertawa diatas luka dan penderitaan yang luar biasa
aku seperti hidup didalam mimpi yang perlahan mulai pudar keindahannya
aku merasa hidup dalam impian kosong yang tanpa arah.
aku tau, aku sudah berulang kali diingatkan jangan bermain api cinta
namun aku tetap saja tanpa sengaja menyalakannya dan diriku terbakar didalamnya
aku pun berulang kali diingatkan bahwa pintar pelajaran boleh saja asal jangan bodoh moral
namun aku tetap saja membangkang dan malah mengecewakan orang tua
aku terus menerus membuat kesalahan kesalahan yang sama
aku butuh arah.. aku butuh nasehat hebat.. yang bisa mengubahku menjadi orang yang beradab
Tuhan., beri aku jalan.. beri aku kesempatan..
aku percaya bahwa tidak ada yang sempurna
aku percaya bahwa semua hal buruk yang menimpa kita pasti ada hikmahnya
aku pun percaya bahwa semua hal yang mengecewakan ini akan berakhir bahagia, sama seperti ulat yang berubah menjadi kupu kupu
namun semua tidak ada yang instan
semua butuh proses
karena perjalanan hidup kita, seberapa kuatnya diri kita tergantung pada proses apa yang kita pilih untuk menjadi bahagia.
apakah kita mewarnai proses kehidupan kita dengan berleha leha
apakah kita mewarnai proses kehidupan kita dengan berusaha keras tanpa berputus asa
semua itu kita yang menentukan
karena kita sendiri yang akan memupuk hasil itu nantinya
Senin, 19 Oktober 2015
Kisah yang tak tersampaikan III
Kisah
yang tak tersampaikan III
Ditengah hiruk pikuk kelas, aku
masih menyempatkan membaca syair syair itu. Syair yang ditulis oleh seseorang.
Yang membuat aku penasaran dan selalu ingin tau kelanjutannya.Aku membaca
kata-kata itu dengan senyuman kecil. Aku tau, kata-kata itu bukan untukku,
kata-kata itu mungkin saja untuk orang yang bisa membuatnya menangis. Untuk
orang yang selalu dia cari, dan dia tanyakan kepadaku saat bertemu denganku.
Tapi aku senang karena bisa melihatnya bahagia. Aku merasa bak seperti manusia terbodoh di
dunia ini. Aku malu dengan diriku sendiri, karena mata pelajaran yang aku suka,
ada yang belum bisa aku kuasai. Aku
tidak mau menampakkan kelemahanku kepada orang lain. Karena sejak kecil aku
terbiasa untuk tidak menampakkannya dan hanya berusaha memperlihatkan
kelebihanku. Namun, waktu berpihak lain. Di langit masih ada langit, Semenjak
sd aku sudah terbiasa menjadi yang terbaik. Tapi di bangku kuliah ini, aku
merasakan hal yang berbeda. Karena semua yang berada disini adalah orang-orang
hebat yang berjuang untuk meraih impiannya. Sementara aku malah masih berleha
leha. Aku merasa semakin tertinggal. Aku terpuruk. Sejenak aku berdiam diri, Aku
berfikir, apa yang salah denganku? Apa saja yang aku lakukan selama ini? Hanya
berbuat sesuatu yang menuju kearah kesia-siaan belaka.
Di keluargaku, aku dididik mandiri, keras,
penuh tanggung jawab. Karena memang tujuannya adalah agar aku dapat tahan banting menghadapi dunia yang
keras ini. Kehidupan itu keras kawan... Ya, aku memang menyadarinya, karena aku
pun pernah merasakan hal yang sama, yang pernah dirasakan oleh anak-anak
jalanan bersama sahabatku. Kami berjalan menyusuri jalan yang terik, menjajakan
dagangan tugas bioteknologi yang harus kami jual demi memperoleh nilai akhir.
Dan sejak saat itu, aku pun mulai menyadari bahwa hidup itu tak semudah yang
kita harapkan.
Mungkin bila kamu terlahir dari
keluarga yang kaya raya, yang bisa merasakan lezatnya makanan enak setiap
harinya, yang bisa berekreasi dengan keluarga yang lengkap nan bahagia .. Kamu
tidak akan bisa merasakan apa yang kami rasakan. Apa yang kami perjuangkan demi
sesuap nasi. Kalian yang terlahir dari
keluarga yang berada, malah terlena dengan dunia yang fana ini. Tidak pandai
bersyukur, suka mengeluh dengan permasalahan-permasalah kecil. Lihatlah kami
wahai kawan. Jangankan berekreasi, untuk makan pun aku harus rela mengantarkan
dagangan yang berat ke sekolah sd sebelum kuliah. Bangun pagi, dan membereskan
segalanya. Selesai kuliah, istirahat sebentar lalu bangun ditengah letihnya
tubuh ini dan mulai memaksakan diri membuka mata, berjalan menuju pedagang agen
untuk dagangan esok hari. Tugas ini
hanya sampingan yang diberikan orang tuaku. Namun aku merasa masih belum bisa
berbakti kepada kedua orang tuaku. Terutama ibuku. Ibu yang merawatku, Ibu yang
mengkhawatirkan aku disaat aku sakit. Dan ibu yang sangat luar biasa yang
perannya mengalir dalam denyut-denyut nadiku.
Terkadang aku iri kepada kawan
–kawan diluar sana. Yang bisa merasakan rekreasi dan hangatnya keluarga.
AAAHHHH. Bila aku seperti ini, sama saja aku tidak mensyukuri nikmat
tuhan yang maha kuasa. Mungkin dengan diberikannya semua ini, aku bisa lebih
menghargai semuanya. Mungkin saat ini aku berada dibawah. Tapi aku percaya
bahwa roda kehidupan akan berputar selama kita masih berusaha.
Sejenak dalam diamku. Aku
melupakan segala hal tentang tugas, cinta, dan segala permasalahan hidup ini.
Aku hanya terfokus kepada tuhan. Yang memberi aku jalan, yang memberikan aku
kesempatan untuk bisa membanggakan orang tuaku. Dalam diam aku menangis. Ya
Allah.. apa yang telah aku lakukan selama ini..Aku terjatuh. Aku bersimpuh. Aku
rapuh, dihadapan tuhan yang maha segala galanya. Aku merasa seakan akan aku
adalah manusia paling berdosa saat ini. Aku tak tau harus berkata apa. Didalam
benakku terlukis dua orang hebat yang selalu ada bersamaku walaupun kini
sebagian waktuku tidak lagi kugunakan bersama dengan mereka. Ya, kedua orang
tuaku. Aku rindu saat saat dimana kita bisa tertawa lepas bersama, saat saat
dimana kita bisa menghilangkan segala beban hidup.
Namun semua itu hanyalah kenangan
belaka. Dunia ini keras. Bila kamu tidak bisa mengimbanginya, maka kamu akan
jatuh. Memakan atau dimakan. Tak menyerah atau kalah. Semua itumemang hukum
alam kawan... Tetapi, jangan pernah lupakan indahnya persahabatan ketika kita
sedang bertempur, jangan sampai menyakiti teman sendiri. Jangan pernah.. karena
suatu saat kita pasti membutuhkan teman. Tanpa teman ataupun sahabat, hidupmu
akan terasa hampa. Serasa hidup di kota mati, tanpa bersosialisasi, aku bisa
berkata seperti ini, karena memang aku pernah merasakan hal serupa seperti ini.
Minggu, 18 Oktober 2015
Kisah yang tak tersampaikan II
Kisah
yang tak tersampaikan II
Ketika aku mulai membuka mata,
aku teringat akan sesuatu. Sesuatu hal yang selalu membuat hatiku gundah.
Sesuatu yang selalu membuat aku ingin berteriak tiada habisnya. Bisakah aku
mulai melupakan semua permasalahan itu nantinya.. Mungkin hanya waktu yang bisa
menjawab semuanya.
Semuanya berawal dari hari itu,
hari dimana aku membuat suatu kesalahan. Kesalahan yang membuat hidupku
berubah. Segalanya berubah, ambisi untuk menjadi yang terbaik, ambisi untuk
menjadi yang selalu unggul, dan ambisi yang selalu aku perjuangkan selama
hidupku. Kini yang aku inginkan adalah ketenangan, aku disini masih melewati
suatu proses menemukan jati diri. Yang aku inginkan adalah teman, persahabatan
yang sesungguhnya, bukan hanya saat mereka butuh saja.
Mungkin karena kesalahan itu,
karena kesempatan yang datang padaku, aku mulai melangkah sedikit melenceng
dari tujuan awalku, aku merasakan hal itu. Namun apa daya, aku sudah berusaha
untuk mulai meluruskan jalanku dan mulai menghapus kesalahan – kesalahan itu,
namun perasaan itu tak kunjung hilang, Memang jatuh cinta itu adalah anugerah
tuhan yang luar biasa, tetapi disaat anugerah itu membuat kita semakin tidak
tenang, semakin menyalahkan diri sendiri, semakin membuat kita lupa mensyukuri nikmat
tuhan yaang telah diberikan kepada kita, apakah itu baik? Mungkin hanya diri
sendirilah yang bisa menjawabnya.
Sebelum aku mengenalmu, aku
merasa baaik baik saja, hidup didalam duniaku sendiri, hidup didalam dunia yang
penuh persahabatan. Karena aku menikmati hari hariku setelah aku merasakan
sakit hati yang tiada henti. Lalu mengapa engkau datang? Mulai membuat aku
ceria, mulai membuat aku merasa senang saat bersamamu. Dan membuat aku salah
paham atas segalanya.
Dan hari hari pun berlalu, aku
mulai tersadar bahwa aku bukanlah orang yang spesial. Aku hanyalah sahabat yang
mendengarkan setiap masalah masalahnya. Walaupun terkadang aku tidak bisa
memberikan saran, aku hanya bisa tersenyum dan berkata hanya ada beberapa
kemungkinan tanpa ada penjelasan. Aku tidak tau harus berbuat apa, aku pun
sadar dia juga memiliki banyak teman teman hebat diluar sana. Dan aku pun sadar
bahwa dia pun sering menceritakan orang yang bisa membuatnya kagum dan menangis
baik didepanku maupun didepan teman temannya. Aku tidak tahu dia hanya sekedar kagum terhadap orang yang diceritakannya itu atau dia memang tertarik padanya, memang orang itu hebat dan aku sadar
aku bukanlah apa apa bila dibandingkan dengannya , Aku juga sadar, aku bukanlah siapa-siapa, aku
bukanlah orang hebat, aku hanyalah orang biasa, aku hanyalah sosok yang benar
benar sederhana dan apa adanya, ilmuku pun tidak seberapa masih harus banyak
belajar. Aku sadar .... banyak sekali kekurangan yang ada dalam hidupku,
sehingga aku pun mulai memutuskan untuk melupakan perasaan itu, aku mencoba
sekuat tenaga walaupun itu sulit. Memang aku tidak bisa menangis. Dan aku sudah
bertekad untuk tidak menangisi orang orang yang belum tentu peduli denganku.
Lebih baik menangis dihadapan tuhan yang selalu ada di setiap langkahku.
Aku mencoba lebih banyak diam,
aku mencoba lebih banyak tersenyum untuk mengobati semua ini. Dalam diam aku
berpikir, mengapa aku seperti ini. Mengapa aku malah memikirkan orang lain yang
belum tentu dia memikirkanku, Mengapa aku mengikuti semua pemberitahuannya yang
sebenarnya hanyalah sebuah kesia-siaan belaka. Ya.. kini aku sadar.. cinta ini
pun juga belum halal, karena itu aku
lebih memilih untuk memendam semua ini dalam dalam senyuman dan mengikhlaskan semuanya.. memasrahkan
semuanya kepada tuhan. Karena aku percaya, hidup ini hanyalah skenario, tuhan
adalah sutradaranya, dan kita adalah aktornya. Jika kita merasa semua
perjalanan ini belum begitu baik, maka percayalah perjalanan ini belum
berakhir, karena skenario kehidupan akan berakhir bahagia. Aku mencoba tidak memikirkannya lagi, aku
mencoba tidak memandangnya dan tidak bertemu dengannya lagi, aku mulai
mengalihkan semuanya dan mulai memilih sahabat sahabatku yang bisa membuat aku
tertawa konyol. Dua orang yang berasal dari daerah yang sama. Ya, sahabatku
yang selalu menjadi tempat curhatku, sahabatku yang memberi aku semangat,
sahabatku yang mengerti beberapa kisahku karena kami memang baru bertemu
beberapa bulan. Dan perlahan aku mulai lupa.. Lupa akan semua perasaan itu,
lupa ketika dia mengecewakanku, lupa ketika dia bercanda, bercerita, dan
bersama dengan orang lain tanpa menghiraukan keberadaanku.
Mungkin ketika dia tau semua ini,
dia akan menertawakanku. Ya memang benar semua ini sangat lucu. Aku tidak bisa
terus menerus menjadi orang ketiga yang sangat pendiam. Aku tidak bisa meramaikan suasana seperti
mereka yang selalu asik bercanda bersama, bercerita bersama, berdiskusi, berbagi
cerita, berbeda denganku. Sama sekali berbeda denganku. Mereka kurasa kini
sudah mulai dekat, dan aku hanya bisa tersenyum karena aku memang tidak
dianggap. Karena itu aku pun juga pernah
mencoba menjauh, mungkin mereka lebih baik tanpa aku, aku merasa tak
pantas. Aku tidak memiliki ide ide
secemerlang mereka, aku pun bingung dengan diriku sendiri. AAAHHH sudahlah,
syukuri saja semua yang ada, biarkan semua ini mengalir apa adanya. Suatu saat
akan ada cahaya terang di dalam lorong
waktu yang membawa suatu kebahagiaan bagi semua orang. Keep calm, do the best
without a doubt, you are the winner. Everything i can be.. Aku hanya bisa
berdoa yang terbaik buat kita semua. This is my time to discover.
Selasa, 13 Oktober 2015
bunga dan kupu kupu
bunga dan kupu kupu
Bermula dari lembaran baru dalam kertas putih yang tak bernoda, aku mulai membuat sebuah coretan dengan semburan tinta berwarna, yang menggambarkan indahnya karunia tuhan yang tidak terkira..
Coretan ini.. adalah sebuah coretan mengenai perjalanan bunga dan kupu2 dalam melintasi lorong lorong waktu yang semakin lama semakin melebar.
Perjalanan panjang ini bermula dari kupu-kupu yang berkeliling taman, melihat-lihat bunga yang ada disana, merah, kuning, hijau, biru, ungu. namun kupu kupu akhirnya terfokus pada salah satu bunga merah dalam suatu taman yang indah.. diam, periang, dan selalu tersenyum.. lambat laun, kupu-kupu pun sering melantunkan syair syair yang begitu indah, sederhana, tapi dalam maknanya.. sehingga bunga pun mulai dibuatnya kagum..
Namun, pada suatu titik jenuh dimana titik tersebut merupakan batas maksimum dari suatu permasalahan, kupu kupu kini mulai menjauh.. perlahan, namun pasti.. membuat bunga merasa kesepian, hampa, dan tak tahu arah..
Dan tibalah saat saat dimana dua sosok peri (peri kurus dan peri setengah kurus) yang membawa arti kehidupan.. mengajarkan bunga arti dari kebahagiaan, arti dari persahabatan, arti dari perjuangan hidup, menghibur disaat lara, menemani disaat gundah, dan memberi nasehat buat apa sedih kalo temen2 kita yang disana itu merasa bahagia, gak ADIL itu namanya.. All is well, kuatkan hatimu, kuatkan jiwamu, buat mimpimu jadi nyata..
Terinspirasi dari trio sukses yang konyol dan selalu buat ketawa,, astaghfirullah.. grin emotikon
Kisah yang tak tersampaikan
Kisah yang tak
tersampaikan
Langit biru berkilau, dibawah
teriknya matahari. Hembusan angin yang menyibakkan jilbab merahku membuat aku
sejenak berhenti. Untuk pertama kalinya aku berkenalan dengan sesosok peri,
peri yang nampak baik dari kejauhan. Peri yang bersinar menyilaukan mata.
Awalnya, kukira aku tidak akan bisa bertemu dan bercanda bersama dengan peri
itu. Namun ternyata waktu berpihak lain. Hari demi hari, waktu demi waktu,
detik demi detik, aku semakin dekat dengan sesosok peri itu.
Kenangan yang tak terlupakan,
berfoto bersama namun aku tak pernah memiliki hasil fotonya. Selalu bersama dan
mulai mendapatkan simpatinya. Itulah saat saat dimana aku mulai mengharapkan
peri ku selalu hadir di dalam kehidupanku, bisa mengisi setiap tetes tetes
kehidupanku.
Bukan seorang pujangga, namun
pandai dalam bertutur kata. Bukan seorang penasehat, namun pandai memberi
amanat. Seperti malaikat, namun dapat kulihat dari dekat.
Ingin rasanya, aku berteriak.
Ingin rasanya aku membuang semua kesedihan ini.
Mengapa jadi seperti ini... Perlahan, waktu yang mulai menunjukkan bahwa
peri ku kini telah berubah. Periku kini telah mengenal sesosok bidadari lain di
dalam lubuk hatinya. Aku hanya tercengang
dengan air mata yang mulai menggenang.
Semangat yang selalu dia berikan, kini luntur hanyalah tinggal sebuah
kenangan. Nasehat dan senyuman yang lembut namun manis untuk dikenang itu..
kini hanyalah sebuah hayalan.
Peri ku yang menghiburku disaat
aku rapuh, peri ku yang mau menemaniku disaat aku hampir runtuh, periku yang
selalu menyambut dengan senyuman lucu, peri ku yang selalu mendengarkan nasehat
nasehat bodohku, peri ku yang selalu menerima dengan senyuman cacian cacian ku.
Kini hilanglah sudah, tenggelam di dalam samudra laut yang biru
Kini aku merasa sendiri, basa
basiku yang dulu selalu kau nantikan. Kini hanyalah sebuah hal bodoh yang patut
kau tertawakan. Mungkin lucu, namun sedikitpun aku tidak pernah ragu bahwa aku
dulu menginginkanmu.
Dari awal, aku sudah meduganya.
Dari awal pun dari lubuk hatiku yang paling dalam sudah melarang menahan rasa
ini untuk jatuh terlalu dalam. Karena dunia kita berbeda, dunia periku penuh dengan orang orang hebat
yang spektakuler, sedangkan dunia kecilku hanyalah dunia yang sempit. Sederhana
namun terkesan istimewa. Aku pun juga menyadari, bahwa peri ku tak pantas
disampingku, aku hanyalah orang biasa yang tak pernah menjadi luar biasa.
Peri ku kini telah menghilang,
jauh di dalam lubuk hatiku yang paling dalam. Entah apa yang akan terjadi
setelah hari hari ini terlewati. Aku hanya bisa tersenyum kecil, dengan menatap
langit kamar yang mungil.
Aku mulai menjauhi peri ku, walaupun dimulai
dari selangkah. Namun akhirnya pasti akan jauh juga. Aku pun bingung tak tau
harus bagaimana. Di sisi lain, aku masih menginginkan sesosok peri ramah yang
selalu menyapaku dengan panggilan hangat. Disisi lain aku pun tak bisa menahan
kepedihan yang amat sangat.
Mungkin, dengan langkahku yang
semakin jauh, membuat peri ku lebih baik. Mungkin tanpa aku, peri ku menjadi
sosok yang luar biasa. Memang, manusia dilahirkan tidak ada yang sempurna.
Namun aku yakin peri ku mampu mengubah ketidak sempurnaan itu menjadi sebuah
kesempurnaan yang mendalam.
Aku masih teringat, ketika peri
ku memperhatikanku, mengingatkan makan, dan memberiku nasehat dari pengalaman
pengalaman yang pernah dilaluinya. Aku merasa sangat bahagia saat itu, bahkan
aku tidak memperhatikan ocehan teman temanku yang duduk tidak jauh dari
tempatku berada. Peri ku memang berbeda.... Cerewet namun
tak egois. Berjiwa pemimpin, bijaksana, dan taat agama.
Namun, semua itu sirna sudah..
Peri ku sudah memiliki sesosok bidadari lain yang selalu dekat dengannya, yang
bisa mengisi waktu luangnya, selalu bersamanya, lebih hebat dan apa adanya,
merupakan muslimah yang solihah... Apalah dayaku yang tak bisa se perfect itu..
apalah dayaku yang kini hanya bisa melihatmu dari kejauhan.. Apalah dayaku yang
kini tidak bisa seakrab dulu lagi denganmu.
Peri ku... selamat tinggal peri
ku.. mungkin suatu saat nanti kita akan bertemu lagi di dunia yang berbeda..
Mungkin kita bisa lebih akrab di dunia yang lebih indah dan bermakna. Terima
kasih peri ku... atas segala pelajaran pelajaran hidupmu yang kamu berikan
khusus untukku.. Terima kasih juga atas segala kata kata puitismu yang pernah
kau coretkan dalam bukumu yang tanpa sengaja aku lihat. Terima kasih juga atas
segala kebaikanmu dan kedermawananmu yang sempat membuat aku salah paham.
Maafkan aku yang tak pernah mengerti sinyal yang kau berikan, maafkan aku yang
menginginkanmu namun tak pantas untukmu. Bila kita memang berjodoh, pasti suatu
saat nanti kita akan bertemu lagi di suatu tempat yang tida terduga. Sama seperti ketika kita bertemu untuk yang
pertama kalinya.
Langganan:
Postingan (Atom)
